Tampilkan postingan dengan label PEMILU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMILU. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Oktober 2023

Ada Permainan Politik Dalam Putusan MK?

Ada Permainan Politik Dalam Putusan MK?



Jakarta, Faktaina - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang perubahan syarat calon presiden dan calon wakil presiden membuat semua kalangan elit politik dalam dan luar negeri terkejut. 

Putusan MK menolak gugatan usia Capres dan Cawapres dalam batas usia minimal 40 tahun, tetapi menyetujui asalkan sudah pernah atau sedang menduduki jabatan negara yang dipilih melalui pemilu termasuk kepala daerah propinsi dan kabupaten. 

Putusan MK dibacakan di Jakarta, pada Senin (16/10) dalam perkara gugatan terhadap pasal 169 huruf q UU 7/2017 tentang Pemilu yang diajukan oleh Almas Tsaqibbirru mahasiswa Universitas Surakarta (UNSA). 

Banyak pengamat dan elit politik menilai bahwa putusan MK merupakan permainan politik tingkat tinggi. Karena sebelumnya ramai di perbincangkan bahwa anak sulung Presiden Joko Widodo akan maju menjadi Cawapres mendampingi Prabowo Subianto, namun terganjal oleh aturan yang berlaku yaitu usia Gibran Rakabuming belum genap 40 tahun. 

Namun, ketika MK sudah memutuskan uji materi dengan penambahan putusan baru , seolah-olah sudah terkemas secara rapi untuk meloloskan Gibran masuk dalam bursa Cawapres 2024.
(HNL)

Rabu, 04 Oktober 2023

Survei SLI Prabowo tetap menjadi capres dengan elektabilitas tertinggi

Survei SLI Prabowo tetap menjadi capres dengan elektabilitas tertinggi



Jakarta Faktaina - Lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA  merilis hasil survei elektabilitas tiga pasang calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung dalam Pilpres 2024 nanti. 

Hasilnya survei terbaru yang melibatkan 1.200 responden menunjukkan bahwa Prabowo Subianto masih unggul dalam berbagai simulasi, terlepas dari siapa pun yang menjadi pasangannya. Survei ini dilaksanakan pada tanggal 4-12 September 2023.


Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, mengemukakan hasil simulasi untuk tiga pasangan capres dan cawapres menunjukkan bahwa Prabowo tetap mempertahankan elektabilitas tertinggi sebagai capres, terlepas dari siapa pun yang menjadi calon wakil presidennya.


Dalam survei presentase elektabilitas menunjukkan, Prabowo Subianto 39,3%, Ganjar Pranowo 36,9%, sedangkan Anies Baswedan 13,6%.


"Hingga bulan September 2023, Prabowo Subianto tetap menjadi capres dengan elektabilitas tertinggi, tidak peduli siapa pun yang menjadi calon wakil presidennya," demikian kesimpulan Adjie dalam rilis survei LSI Denny JA. (BUR)